PROLOG:
Layaknya perjumpaan, perpisahan hanyalah bagian dari kehidupan;
Alih-alih bahagia, sedih pun kelak akan dilupa;
Nestapa itu seperti tamu,
Diundang sesekali datang... Namun tak jua kunjung pulang;
Bukannya ia enggan, kita yang terlalu sungkan.
~*ch0d13t*~
(Soetta, 04:58, February 07, 2013)
Sederhana. Semuanya terlihat 'biasa'.
Matanya.
Senyumnya.
Rambutnya.
Hidungnya.
Lekuk tubuhnya.
Gaya berpakaiannya.
Bahkan, caranya berjalan...
Senyumnya.
Rambutnya.
Hidungnya.
Lekuk tubuhnya.
Gaya berpakaiannya.
Bahkan, caranya berjalan...
Almost in every single thing about her is just the same.
Ya, hampir gak beda seperti kebanyakan perempuan lain di kota ini.
Nothing's so special.
Bagi gue, dia bukanlah apa-apa...
Dia cuma udara shubuh hutan cemara di atas bukit hijau.
Dia hanya semburat pelangi setelah hujan badai seharian.
Dia sekadar detik waktu pada helai putih rambut.
Dan, dia gak lebih dari sekadar jantung gue. Itu aja. Titik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar